Cara Budidaya Kedelai Di Polybag

Cara Budidaya Kedelai Di Polybag

Kacang kedelai dijadikan bahan dasar makanan di sejumlah negara di Asia khususnya di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Kecap, tempe dan tahu menjadi olahan berbahan dasar kedelai yang paling populer digemari masyarakat.
Sebagai bahan pokok produksi tempe dan kecap, kedelai mempunyai peranan sangat penting bagi industri tersebut. tempe dan kecap adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Selain harganya yang murah, tempe sangat bermanfaat dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Tanaman kedelai akan tumbuh optimal di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dari permukaan air laut. Didukung curah hujan 150 m s.d 200 mm per bulan,dengan kelembaban 65% dan mendapat paparan sinar matahari 12 jam sehari, tanaman ini dapat tumbuh subur di sebagian besar daerah di Indonesia.

Daerah penghasil kedelai terbesar 2015 s.d 2019 Jawa Timur 215.035 ton per tahun yang merupakan 31,29 % dari total produksi naisonal. Disusuln oleh Jawa tengah sebesar 106.089 ton per tahun (15,44% dari total nasional), dan Jawa Barat 82.060 ton per tahun (11,94%)

Cara Budidaya Kedelai Di Polybag

Untuk skala produksi, budidaya kedelai tentu di lahan yang luas. Namun demikian kita bisa mencoba memanfaatkan polybag untuk budidaya kedelai yang ternyata juga sangat menjanjikan, khususnya jika untuk konsumsi sendiri. Berikut cara budidaya kedelai di polybag.

Pemilihan Bibit yang Tepat

Pemilihan Bibit yang Tepat
credit image: republika.co.id

Varietas kedelai memiliki beragam jenis. Pilihlah bibit dari varietas yang memiliki daya tahan tinggi dan mampu beradaptasi di berbagai media tanam. Bibit yang berkualitas juga memiliki kemampuan untuk tumbuh dengan cepat. Pemilihan bibit ini sangat penting dan akan berpengaruh kepada hasil panen yang didapatkan.

Persiapan Media Tanam

persiapan tanam kedelai
credit image: kampustani.com

Untuk memulai budidaya kacang kedelai di lahan yang sempit dapat menggunakan media tanam polybag atau pot. Setelah memilih bibit kedelai, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam nya.
Sebelumnya, perlu dipersiapkan kondisi tanah yang tepat untuk ditanami kacang kedelai sebelum memulai proses penanaman. Tanah yang cocok untuk ditanami kedelai memiliki harus memiliki kondisi sebagai berikut :

● Bertekstur lempung dan berpasir.
● Harus berasal dari tanah yang bebas dari penyakit endemic.
● Memiliki pH balance di kisaran 4,5 hingga 5,5.
● Memiliki suhu sekitar 30 derajat celcius.

Campur tanah dengan sekam padi, arang dan pupuk kandang atau pupuk kompos. Masing-masing bahan harus memiliki perbandingan 1:1:1. Kemudian ayak semuanya sehingga menghasilkan campuran tanah atau media tanam yang halus. Pastikan bahwa semua bahan yang digunakan untuk media tanam adalah bahan yang memiliki kualitas bagus.

Ambil polybag berukuran 30 cm kemudian lubangi bagian bawahnya. Hal ini dilakukan agar air bisa keluar melalui lubang tersebut pada saat polybag disiram. Masukan media tanam yang sudah diayak ke dalam polybag, tambahkan pupuk urea sekitar 3 sendok tanam kemudian siram dengan air dan diamkan.

Proses Penanaman

Proses Penanaman
credit image : bibitbunga.com

Setelah bibit dan media tanam siap digunakan, pindahkan bibit kedalam polybag. Buatlah lubang tanam kurang lebih 2 hingga 5 cm dalamnya. Lubang tanam tidak boleh terlalu dalam karena akan mengganggu pertumbuhan kecambah. Tanam 4 bibit kacang kedelai saja dalam 1 polybag. Jika menanam terlalu banyak bibit dalam 1 polybag, kedelai tidak akan tumbuh dengan maksimal.

Umumnya bibit kedelai akan segera tumbuh dalam waktu lima hingga enam hari. Dalam rentang waktu tersebut bisa saja terjadi bibit gagal tumbuh. Jika menemukan bibit yang gagal tumbuh atau tidak tumbuh dengan baik maka lakukan proses penyulaman dengan mengganti bibit yang baru. Penyulaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Setelah dua hingga tiga minggu masa tanam maka dapat dilakukan proses penyiangan fase pertama. Penyiangan kedua dapat dilakukan setelah 6 minggu sejak proses penanaman atau pada saat tanaman kedelai mulai berbunga. Proses penyiangan ketiga akan dilakukan setelah pemupukan kedua.

Perawatan Tanaman

perawatan tanaman
credit image: pinhome.id

Proses perawatan tanaman kacang kedelai terdiri dari 3 tahap yaitu penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama. 3 proses perawatan ini harus dilakukan agar tanaman tumbuh dengan subur. Sebenarnya, perawatan tanaman kacang kedelai menggunakan polybag tidak serumit jika menanam kedelai di lahan terbuka yang luas.

Untuk tanaman kedelai yang ditanam di polybag, penyiraman dapat dilakukan setiap 10 hari sekali. Intensitasnya bisa ditingkatkan jika cuaca sedang panas. Namun harus dipastikan bahwa air tidak tergenang karena akan menyebabkan tanaman menjadi busuk.

Untuk menambah kesuburan, tanaman perlu diberi pupuk. Pupuk urea, TSP dan KCL dapat digunakan pada tanaman kedelai dengan perbandingan 1:2:1 atau disesuaikan dengan kebutuhan. Pupuk diberikan sebanyak tiga kali yaitu pada saat kedelai ditanam, kemudian pada hari ke-25 sejak masa tanam, dan terakhir pada hari ke 40-45.

Untuk menghindari hama penyakit, tanaman kedelai bisa diberi semprotan insektisida atau pestisida. Keuntungan menanam kedelai di dalam polybag adalah resiko terkena hama yang lebih rendah dibandingkan jika menanamnya di lahan luas.

Masa Panen

masa panen
credit image : mesinpertanian.id

Setelah 75 hingga 100 hari, tanaman kacang kedelai bisa mulai dipanen. Selain berpatokan pada umur tanaman, panen kedelai juga dapat dilakukan ketika daun sudah berwarna kekuningan atau rontok.
Demikianlah ulasan mengenai budidaya kacang kedelai yang dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan polybag. Selain mudah, menanam kacang kedelai juga bisa sangat menguntungkan karena prosesnya mudah dan cepat dan tentu saja memiliki daya jual yang cukup tinggi.

x