google.com, pub-7049311531501791, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ekonomi NTB Triwulan I 2022 NTB Tumbuh 7,76 Persen Melampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional 5,01 Persen

Berdasarkan Rilis Berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara  Barat Senin 9 Mei 2022, ekonomi NTB tumbuh 7,76 persen  Triwulan I 2022 ( y on y). Pertumbuhan PDRB ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional periode yang sama sebesar 5,01 persen.  Angka 7,76 persen ini juga lebih tinggi dari proyeksi  sebelumnya (5,2 persen – 6,2 persen).

Ekonomi NTB Triwulan I 2022 NTB Tumbuh 7,76 Persen

Pertumbuhan di atas dengan memasukkan bijih logam, sementara pertumbuhan tanpa bijih logam, NTB masih mampu tumbuh 5,15 persen.

Dari segi besaran, PDRB triwulan I 2022 ADBK sebesar Rp24,43 triliun sementara ADHB Rp36,64 triliun ( dengan bijih logam).

Beberapa hal yang mendukung tingginya pertumbuhan PDRB di atas, diantaranya panen raya bulan maret 2022, peningkatan pengguna angkutan udara sebesar 70,24 persen dibandingkan periode triwulan I 2021 lalu (menjadi 226.205 orang baik domestik maupun internasional). Event Mandalika juga membawa dampak positif okupansi hotel yang naik sebesar 30,88 persen ( menjadi 296.056 orang). Ke depan berbagai event di NTB diperkirakan akan membawa dampak positif lanjutan.

Ekonomi NTB Triwulan I 2022 NTB Tumbuh 7,76 Persen

Di sisi lain, kenaikan eksport ke angka 613 juta USD, sementara impor turun menjadi 47 juta USD. Dan dari Government Spending (khususnya APBD),  membaiknya realisasi triwulan I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu ( dari Rp1,12 T menjadi  Rp1,22 Triliun).

PDRB Lapangan Usaha

Dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan 7,76 persen di atas, tertinggi pada lapangan usaha penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (22,29 persen), Pertambangan dan Penggalian (19,18 persen), dan Transportasi dan Pergudangan 15,36 persen.

Namun demikian, penyumbang terbesar PDRB masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian (21,91 persen), Pertambangan (20,07 persen), Perdagangan (13,54%), dan Konstruksi 8,6 persen. Lapangan usaha Administrasi Pemerintahan penyumbang kelima dengan sumbangan 5,76 persen. Makin nampak peran pemerintah di masa pandemi dengan mempertahankan kebijakan anggaran defisit guna menopang ekonomi masyarakat dengan berbagai program.

PDRB Pengeluaran

Sementara PDRB dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar pada Pengeluaran Konsumsi RT (60,51 persen), PMTB (35,73 persen), ekspor (20,73 persen), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (13,53 persen), lain-lain 4,09 persen dan Net ekpor antar daerah -30,71 persen

Check Also

UMP Jakarta 2024 dan Provinsi Lain

Dari 38 Provinsi di Indonesia saat ini, sudah 23 Provinsi yang sudah menetapkan Upah Minimum …